Selamat berkunjung ke blog kami seksi pengendalian OPT -- menyajikan informasi seputar upaya pengendalian OPT dan DPI di Jawa barat----- berita tragedi BPT Cianjur 3 sept 2012 ------
Selamat datang di blog kami ...
Kegiatan pengendalian OPT pangan khususnya, sehingga kehadiran kami dapat memberi informasi Solusi, rujukan, pertimbangan, tambahan pengetahuan-wawasan  perihal  mengendalikan OPT pangan.
menceking kelangkaan pupuk urea tanggal 08 januari 2013 di kab krawang

Evaluasi adopsi Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi dan Jagung dan Evaluasi pelaksanaan P2 BN maharani di jakarta
          Resume Evaluiasi adopsi Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi dan Jagung dan Evaluasi pelaksanaan P2 BN maharani di jakarta, Tanggal, 18 – 20 Nopember 2012 Di Hotel Maharani, Jakarta 1. Evaluasi penerapan teknologi budidaya serealia disampaikan pada : rapat koordinasi adopsi teknologi budidaya serealia , di hotel mahari, jakarta tanggal 19 november 2012 , oleh : direktur budidaya serealia 2. Penciutan sawah irigasi subur akibat konversi lahan untuk kepentingan non pertanian. 3. Produktivitas padi sawah mengalami “leveling of”, kebutuhan terus meningkat dan pasar beras internasional terbatas. 4. Produktivitas jagung masih dapat ditingkatkan melalui pengembangan dan peningkatan produksi jagung. 5. Diperlukan terobosan/inovasi teknologi budidaya baru untuk mendukung peningkatan produksi padi dan jagung nasional. 6. Lahan kering, lahan rawa/lebak/pasang surut dapat diprogramkan sebagai alternatif pengadaan pangan masa depan. Lahan kering, lahan rawa/lebak/pasang surut masih merupakan kantong-kantong kemiskinan. 7. Capaian produktivitas SL-PTT rerata tahun 2008-2011 dibandingkan terhadap produktivitas rata-rata nasional dan kondisi yang diharapkan pada tahun 2011, akumulasi SL-PTT tahun 2008 s.d 2011: • Padi inbrida = 7,48 juta ha (hampir 100% luas baku lahan sawah seluas 8,17 juta ha. Dengan demikian berarti sudah hampir seluruh pertanaman padi telah menerapkan sl-ptt bila berlanjut) • Jagung hibrida = 629 ribu ha (16,45% dari luas tanam 2011) • Kedelai = 745 ribu ha (124,44% dari luas tanam 2011) 8. Produktivitas padi dan jagung tahun 2003 -2012,rata2 peningkatan produktivitas sebelum pelaksanaan slptt : padi 0,47 ku/ha (1,04%); jagung 1,15 ku/ha (3,48%) 9. Rata2 peningkatan produktivitas setelah pelakasnaan sl-ptt : padi 0,88 ku/ha (1,65%); jagung 2,16 ku/ha (5,35%) 10. Tingkat penggunaan vub meningkat tajam sejak tahun 2007, saat dimulainya program bantuan benih blbu 11. Perkembangan sebaran varietas unggul padi, jagung dan kedelai tahun 2005-2011 (nasional) vpt = varietas produksi tinggi; vps = varietas produksi sedang; vpr = varietas produksi rendah *) tahun 2011 data sementara. 12. Perkembangan sasaran produksi padi tahun 2010-2014 tahun 2012 angka ramalan (aram) iiĆ  2013 meningkat 4,51% dari aram ii 2012, 13. Perkembangan produktivitas padi sawah tahun 2007-2012 tahuan 2007 : 55,75, 2008 : 57,70, 2009 :59,85 2010 : 59,17 2011 : 60,46 2012: 59,73 14. Perbandingan potensi hasil padi hibrida dan padi inbrida No Padi hibrida Padi inbrida Varietas Potensi hasil (gkg ku/ha) Varietas dominan Potensi hasil (gkg ku/ha) 1. Sl 11 shs 15,25 Ciherang 7 2. Sl 8 shs 14,83 Ir 64 5,1 3. Sembada 168 13,8 Mekongga 6 4. Bernas prima 3 13,8 Cigeulis 5,8 5. Bernas prima 5 13,7 Situbagendit 5,6 *) selisih keuntungan padi hibrida dg padi inbrida sebesar rp. 4.260.000 15. Potensi hasil jagung hibrida 10 – 14 ton/ha jika produksi jagung hanya 5 ton pk per ha, maka harga bep jagung : rp 1453 per kg, Jika disetarakan umr per kk = rp 2.000.000 /bulan, maka harga jagung tingkat petani yang ideal: rp 2.653/kg . Jika produksi jagung hanya 5 ton pk per ha, maka harga bep jagung : rp 1453 per kg. Jika disetarakan umr per kk = rp 2.000.000 /bulan, maka harga jagung tingkat petani yang ideal: rp 2.653/kg , perkembangan luas panen, produktivitas, dan produksi gandum dan sorgum situasi saat ini 16. Varietas sorgum dan gandum, sorgum numbu, umur panen 100, potensi hasil (ton/ha) 3,11 dan kawali 110 potensi 2,96 17. Kendala pengembangan serealia lain , keterbatasan benih , keterbatasan pengetahuan petugas/petani, keterbatasan modal, kemitraan yang belum terjalin, kualitas tepung belum sesuai keinginan pasar, keterbatasan alsin pasca panen (pengolahan) 18. BAHAN DISKUSI Masih terdapat kesenjangan tingkat produktivitas nasional dengan potensi hasil Petani masih belum sepenuhnya menerapkan teknologi budidaya yang direkomendasikan Ketersediaan benih varietas unggul spesifik lokasi masih terbatas, Diperlukan inovasi teknologi baru dalam upaya peningkatan produksi terutama untuk daerah lahan kering, tadah hujan, rawa/lebak/pasang surut yang masih mempunyai tingkat produktivitas rendah dan berpotensi untuk ditingkatkan 19. Strategi peningkatan produksi padi :2012 – 2014. Peningkatan produktivitas, perluasan areal dan pengelolaan lahan, penurunan konsumsi beras, penyempurnaan manajemen 20. Upaya terobosan kegiatan sl-ptt tahun 2013, peningkatan kualitas sl-ptt melalui pola pertumbuhan, pengembangan dan pemantapan dengan pendekatan kawasan skala luas, terintegrasi dari hulu sampai hilir, peningkatan jumlah paket bantuan sebagai stimulan, serta dukungan pendampingan dan pengawalan 21. Potensi pengembagan gandum, sorgum, hotong, jewawut lokasi di bandung dan subang 22. evaluasi program pembangunan tp 2012 dan kebijakan program pembangunan tp 2013 lingkup ditjen tanaman pangan, Arahan presiden 1.pada sidang kabinet paripurna, 6 januari 2011: “ produksi beras dalam negeri harus ditingkatkan sehingga diperoleh cadangan yang cukup, 2. Pada rapimnas dengan gubernur, bupati/walikota, dprd provinsi dan kab/kota dan pelaku usaha di jcc, 10 januari 2011: “meskipun dalam sistem perdagangan kita bisa membeli atau menjual, tetapi untuk pangan kita harus menuju kemandirian pangan”. 3. Arahan presiden 22 pebruari 2011 program prioritas “surplus beras” : dari swasembada ke surplus beras, dalam waktu 5-10 tahun, surplus beras minimal 10 juta ton per tahun, 4. Hasil Sidang Kabinet Tanggal 6 September 2011 dan ditegaskan lagi pada Pidato Pelatikan KIB II Hasil Reshuffle (Political Speech) Tanggal 19 Oktober 2011: “ Surplus Beras 10 juta ton harus dicapai pada tahun 2014”, 5. Pada Musrenbangnas 2012, 19 Januari 2012 - Tahun 2012 harus lebih baik dari tahun 2011- “ Kemandirian Pangan harus bisa diwujudkan dengan sasaran yang berani dan komoditas utama tahun 2014 harus sudah aman” Diperlukan langkah terpadu secara nasional (lahan, produksi dan produktivitas, teknologi, anti hama, benih yang dapat mengatasi perubahan iklim, irigasi, research and development, dan lain-lain). Meskipun dalam sistem perdagangan dapat menjual atau membeli, tetapi untuk pangan harus menuju ke kemandirian.Makna arahan presiden pada musrenbangnas 2012, “swasembada pangan saja tidak cukup, tetapi harus menuju kemandirian pangan” 23. ARAM II 2012 DIBANDING ATAP 2011 PER PROVINSI , Luas panen meningkat 268.010 ha (2,03%) dari 13.203.643 ha menjadi 13.471.653 ha. Peningkatan luas panen terjadi di 25 provinsi, penurunan terjadi di di 8 provinsi yaitu : Riau, Kep Riau; Jabar, Banten; DIY, Bali, Gorontalo, dan Papua Barat. , Produktivitas meningkat 1,38 ku/ha (2,78%) dari 49,80 ku/ha menjadi 51,19 ku/ha. Peningkatan terjadi di 22 provinsi; penurunan terjadi di 11 provinsi yaitu : Aceh, Riau, Babel, Jabar, Kalbar, Kalsel, Kaltim, Sulut,Gorontalo, Sulteng dan Sulsel. , Produksi meningkat 3.199.388 ton GKG (4,87%) dari 65.756.904 ton GKG menjadi 68.956.292 ton GKG. Peningkatan terjadi di 28 provinsi penurunan terjadi di 5 provinsi yaitu : Riau, Banten, Jabar, Bali, dan Gorontalo. 24. Realisasi luas tanam padi mt 2011/2012 dan mt 2012 nasional, realisasi tanam padi mt 2011/2012 (okt 2011-maret 2012) dan mt 2012 ( april – sept 2012) mencapai 13.496.483 ha, bila dibandingkan dengan realisasi tanam rata-rata lima (5) tahun sebelumnya seluas 12.950.845 ha, realisasi tanam tersebut mencapai 104,21% ( + 545.638 ha), bila dibandingkan dengan realisasi tanam tahun lalu mt 2010/2011 dan mt 2011 seluas 13.386.845 ha, realisasi tanam tersebut mencapai 100,82% (+109.998 ha), bila dibandingkan dengan sasaran tanam mt 2011/2012 dan mt 2012 seluas 14.023.605 ha, realisasi tanam tersebut baru mencapai 96,24% masih kekurangan 527.122 ha

Pertemuan nasional masyarakat perlindungan tumbuhan dan hewan indonesia (MPTHI) ke X di Palu
       Laporan perjalanan dinas dalam rangka pertemuan nasional masyarakat perlindungan tumbuhan dan hewan indonesia (MPTHI) ke X di Palu, Sulawesi Tengah, 5 – 8 Nopember 2012 1. Pertemuan dihadiri oleh Peserta adalah unsur-unsur terkait dan yang mempunyai kepentingan di bidang perlindungan tumbuhan dan kesehatan hewan, 1. Pemerintah/birokrat, a.Departemen Pertanian dari sub sektor terkait, Departemen/ Instansi terkait lainnya, b.Dinas Pertanian (Prov/Kab) dan UPT/UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan Provinsi se indonesia c.Lembaga Penelitian 2. Swasta : Pengusaha, asosiasi pengguna, perusahaan 3. Peneliti/ akademisi/ unsur-unsur perguruan tinggi 4. Himpunan Profesi/ Mahasiswa 5. Kelembagaan Masyarakat/ organisasi kemasyarakatan 6. Organisasi petani, kelompok tani, 7. LSM/ pemerhati. 2. Tanggung jawab perlindungan tumbuhan dan hewan semakin berat seiring dengan perubahan lingkungan strategis di era perdagangan global dan otonomi daerah yang memberikan pengaruh sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan pertanian. Dalam memasuki era perdagangan global dengan persaingan yang sangat ketat perlu terus dilakukan berbagai upaya untuk menunjang pembangunan sektor pertanian terutama dalam bidang perlindungan tumbuhan dan hewan. MPTHI yang dideklarasikan pada tanggal 8 September 2004 merupakan suatu wadah yang dapat mengaktualisasikan peran masyarakat perlindungan tumbuhan dan hewan. Dalam arti luas MPTHI tidak saja mewadahi masyarakat perlindungan tumbuhan dan hewan tetapi diharapkan juga dapat mewadahi perlindungan hutan dan perikanan. MPTHI merupakan partner pemerintah dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan tumbuhan dan hewan, sehingga pembangunan pertanian dapat bersinergi di semua sub sektor. Peran MPTHI harus di aktualisasikan melalui implementasi pemikiran dan kegiatan sebagai salah satu alternatif dalam mensosialisasikan pembangunan pertanian melalui bidang perlindungan tumbuhan dan hewan. Koordinasi dan sinkronisasi pembangunan di bidang perlindungan tumbuhan dan hewan dilakukan baik secara vertikal maupun horizontal. Kerjasama semua stake holders (pemangku kepentingan) terkait dalam mewujudkan sinergi yang optimal sangat diharapkan bagi keberhasilan pembangunan pertanian. Pertemuan Nasional Masyarakat Perlindungan Tumbuhan dan Hewan Indonesia diharapkan dapat mempertemukan seluruh stake holders terkait untuk saling bertukar informasi tentang arah kebijakan, perkembangan teknologi, antisipasi dan pemecahan permasalahan, dan berbagai isu strategis terkini di bidang perlindungan tumbuhan dan hewan. 3. Sejarah MPTHI Dalam melaksanakan Munas MPTHI kali ini sudah memasuki tahun ke sepuluh, tempat dan tahun penyelenggaraan sbb: Munas I 2003 di Solo, Munas II 2004 di Yogyakarta, Munas III 2005 di Malang, Munas IV 2006 di Bandung, Munas V 2007 di Maros, Sulawesi Selatan, Munas VI 2008 di Bantul, Yogyakarta, Munas VII 2009 di Banjarbaru Kalimantan Selatan, Munas VIII 2010 di Nusa Tenggara Barat, Munas ke IX di Palembang serta ke X di Palu. 4. TEMA : Mengantisipasi Krisis Pangan Global Melalui Peningkatan Kemandirian Pangan, TUJUAN : (1) Menggalang peran dan aktivitas seluruh pemangku kepentingan perlindungan tanaman dan hewan. (2).Mengekspose berbagai teknologi dan sarana, (3)perlindungan tanaman dan hewan baik yang dikembangkan oleh pemerintah, swasta, petani dan atau anggota masyarakat lain. (4) Sebagai wadah silahturahmi dan sekaligus komunikasi insan perlindungan tanaman dan hewan Indonesia. 5. Kegiatan ini Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional khususnya di bidang Perlindungan tanaman, kesehatan hewan dan perkarantinaan. Masyarakat Perlindungan Tumbuhan dan Hewan Indonesia (MPTHI) sebagai wadah dalam memperjuangkan peningkatan martabat petani dan pertanian Indonesia, yang mampu mengakomodasi dan menggalang pemikiran, pandangan, gagasan, aspirasi dan potensi semua pemangku kepentingan perlindungan tanaman dan kesehatan hewan. 6. Lokasi Petemuan hotel Rama jalan tanjung Sati gi Palu Sulawesi Tengah tanggal 5 – 8 Nopember 2012. Laporan Panitia, Sambutan dan Pembukaan Pertemuan MPTHI, Oleh : Menteri Pertanian, Sambutan Oleh : Gubernur Provinsi Sulawesi tengah( diwakili wagub), dengan acara sebagai berikut : (1) , Laporan Panitia Penyelenggara oleh Ketua Panitia, Sambutan dan Pembukaan Acara MPTHI oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Penyerahan Penghargaan kepada Kelompok Tani, PPAH, POPT dan LPHP berprestasi oleh oleh Dirjen Tanaman Pangan, Keynote Speaker Dr. Delima Hasri Azahari, MS dan Moderator Prof. Dr. Pancar Simatupang pembahas, Ketua KTNA, Ketua Asosiasi Kakao Indonesia, Pembacaan Doa, Peninjauan Keliling Pameran, Seminar Sesi I : - Direktur Pasar Domestik, Bulog, Praktisi/Pelaku Usaha Perkebunan, Pelaku Usaha Hortikultura, pelatihan pelatihan, Temu Teknis Gerakan Pengendalian SpotStop, kegiatan pameran dan penutupan. 7. Pelatihan dan Peragaan penanganan permasalahan perlindungan. Yakni pelatihan praktis dari BBPOPT Jatisari dan temu teknis gerakan spot stop bantuan rodentisida Tiran 8. Pameran/Ekspose : Ditampilkan berbagai teknologi perlindungan tanaman, bidang Pengendalian ramah lingkungan dengan produk agens hayati dan brosur/leaflet tentang informasi penanganan OPT Pangan Hortikultura. 9. Selain kegiatan tersebut diatas, pada pertemuan MPTHI ke X juga diberikan Penghargaan kepada POPT berprestasi sdra DEDE Ruswana dan nana Sudarna. Dari Jawa Barat 10. Pada tahun-tahun kedepan pertemuan MPTHI perlu lebih melibatkan istitusi dibidang penelitian agar mengekspose teknologi-teknologi baru yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan perlindungan Tanaman dan Hortikultura 11. Diskusi panel Masukan-masukan kritis yang bersifat membangun dari MPTHI akan dijadikan masukan oleh Menteri Pertanian dalam penyempurnaan kebijakan pembangunan pertanian pada umumnya dan pemantapan perlindungan tumbuhan dan hewan pada khususnya. 12. Mpthi merupakan partner pemerintah dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan tumbuhan dan hewan, sehingga pembangunan pertanian dapat bersinergi di semua subsektor. Peran mpthi harus diaktualisasikan melalui implementasi pemikiran dan kegiatan sebagai salah satu alternatif dalam mensosialisasikan pembangunan pertanian melalui bidang perlindungan tumbuhan dan hewan. 13. MPTHI dengan tema ”Agribisnis untuk Penguatan Pasar Dalam Negeri”. Kalimat diatas adalah tema Munas MPTHI ke X di Palu, yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-8 Nopember 2012. Sejauhmana persiapan panitia di daerah dalam menyukseskan acara tahunan Munas ke sepuluh masyarakat perlindungan tanaman dan hewan seluruh Indonesia. Lokasi Munas di pusatkan di Rama garden Hotel Jl. Tanjung Santigi No. 26 Palu 94112 Fax. (0451) 429300 dan lokasi pameran disebelah hotel menggunakan fasilitas parkir milik hotel. 14. Tujuan dan sasaran : Membangun wadah bagi seluruh stake holder/pemangku kepentingan di bidang perlindungan tumbuhan dan hewan untuk saling bertukar pikiran dan bertukar informasi tentang arah kebijakan, perkembangan teknologi, pasar dan peraturan, antisipasi dan pemecahan masalah, dan berbagai isu strategis terkini di bidang perlindungan tumbuhan dan hewan. Dan sasarannya adalah , tersosialisasinya kebijakan dan peraturan tentang perlindungan tumbuhan dan hewan, terwujudnya persamaan persepsi diantara pemangku kepentingan perlindungan tumbuhan dan Hewan dalam menghadapi era pasar global, terdiseminasinya teknologi perlindungan tumbuhan dan hewan, terbangunnya jejaring kerja diantara pemangku kepentingan yang efektif dan efisien. 15. Sekilas MPTHI. Perlindungan tanaman dan kesehatan hewan merupakan salah satu bidang yang paling luas terkena dampak arus globalisasi. Tuntutan penyesuaian dan pengembangan bidang tersebut tidak hanya menyangkut factor teknologi, tetapi juga factor organisasi, kelembagaan dan perundang-undangan pada aspek produksi, pasca panen, perdagangan, serta karantina pertanian. Penyesuaian dan pengembangan bidang perlindungan tanaman dan kesehatan hewan memerlukan upaya yang serius agar petani dan pertanian Indonesia dapat menikmati semaksimal mungkin sisi positif serta terhindarkan dari efek negatif arus globalisasi. Upaya tersebut merupakan tugas bersama-sama pemangku kepentingan (stakeholders) yang terkait dengan pembangunan petani dan pertanian, dari masyarakat petani, swasta, pendidik dan peneliti, serta unsur-unsur pemerintahan. 16. Upaya mengoptimalkan peran perlindungan tanaman dan kesehatan hewan dalam peningkatan martabat petani dan pertanian memerlukan langkah-langkah yang mampu mendorong terjadinya koordinasi dan sinkronisasi antar pemangku kepentingan di Indonesia yang saat ini juga menghadapi tantangan dari kondisi dan perubahan yang terjadi di dalam negeri. Diantaranya terkait dengan program pelayanan pemerintah yang masih sektoral dan terpencar-pencar, perubahan system hubungan pemerintahan pusat dan daerah, serta perlunya peningkatan kesadaran tentang pentingnya perlindungan tanaman dan kesehatan hewan. Untuk mendorong terjadinya kebersamaan langkah dalam perjuangan meningkatkan martabat petani dan pertanian Indonesia, diperlukan suatu wadah yang mampu mengakomodasi dan menggalang pemikiran, pandangan, gagasan, aspirasi dan potensi semua pemangku kepentingan perlindungan tanaman dan kesehatan hewan. Wadah tersebut diberi nama “Masyarakat Perlindungan Tumbuhan dan Hewan Indonesia”. Selamat bermunas MPTHI ke X di Kota Palu, Sulawesi Tengah 17. Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap OPT,Edhi Martono,Anggota Komisi Perlindungan ,tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah MadaSeminar membahas juaga Pengaruh iklim terhadap bumi tidak mungkin dibatasi. Oleh karena itu apabia terjadi perubahan, pergeseran, kondisi iklim ekstrim, atau apa pun sebutannya yang berkaitan dengan iklim, pengaruhnya tentu tidak hanya terhadap sekelompok jasad saja. Dengan demikan menganggap meningkatnya serangan hama – penyakit akibat perubahan iklim tidak selalu benar. Iklim yang sama juga memperngaruhi pertanaman, juga lingkungan sekitar pertanaman, bahkan juga mempengaruhi manusia yang megelola tanaman. Memang benar bahwa jasad hidup sederhana seperti sebagian besar OPT memiliki ketergantungan tinggi terhadap iklim, karena OPT mengandalkan pada naluri dan kepekaan indera yang langsung diiikuti antisipasi, tidak mampu membuat rencana dan tidak bisa “menyusun strategi”. Antisipasi, atau lebih tepat “reaksi” OPT terhadap iklim yang tidak biasa sesungguhnya juga dapat diduga, dapat diprediksi. Prediksi ini—yang dilakukan oleh manusia—tepat atau tidaknya tergantung pada seberapa jauh manusia mengenal dan mengetahui sifat, watak, dan perilaku OPT pada umumnya. 18. Seperti telah disampaikan, dampak perubahan atau kondisi ekstrim iklim yang lebih dahulu harus diperhatikan adalah terhadap tanaman. Berbagai komponen iklim yang berubah, secara langsung berpengaruh kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Apabila kemudian pertanaman menunjukkan gejala tidak normal (pertumbuhan tidak sempurna, perkembangan terhambat, produksi menurun), maka yang pertama harus dicermati adalah pengaruh komponen iklim terhadap tanamannya. Memang benar bahwa iklim yang berubah juga menimbulkan dampak pada kehidupan (dan perilaku) OPT, tetapi pusat perhatian utama usaha budidaya adalah menjaga tanaman atau komoditasnya dalam kondisi terbaik (budidaya tanaman sehat). Secara naluriah petani sebagai pemilik modal usaha tani pasti memperhatikan komoditas yang diusahakannya. Oleh karena itu penanganan penyimpangan iklim dan cuaca dari keadaan normal terhadap tanaman tentu sudah dikenal metode dan tekniknya, seberapa empiriknya pun cara-cara yang dikembangkan tersebut. Petani yang memperhatikan benar usaha taninya, petani yang benar-benar berperan sebagai “manajer” usaha tani, niscaya telah menyadari hal ini, dan menyiapkan antisipasinya yang tepat. 19. Komponen iklim seperti jumlah curah hujan, banyaknya hari hujan, intensitas sinar matahari, goyangan suhu, tingkat kelembaban dan komponen lainnya pada akhirnya menyusun kondisi iklim mikro yang penting bagi pertumbuhan tanaman—dan juga tumbuhan lain di sekitar tanaman. Kenyataan ini kemudian perlu dikombinasikan dengan pengetahuan dan perhitungan tentang kondisi iklim, baik yang diperkirakan dari studi empirik ilmiah sebagaimana banyak dilakukan misalnya oleh Dr. Rizaldi de Boer, maupun dari perhitungan tradisional berdasar pranatamangsa yang ternyata masih banyak relevansinya dengan kondisi lokal, terutama pada petani Jawa. Kearifan lokal semacam ini di wilayah lain pastilah ada, dan sangat penting dihidupkan kembali, dicocokkan dengan perhitungan ilmiah yang berkembang saat ini. Banyak kondisi ekstrim yang sebelumnya pernah terjadi, yang memang sayangnya tidak tercatat dan terekam dengan baik. Namun ingatan kolektif tentang masa lalu yang tidak normal dengan solusinya saat itu acapkali masih tersimpan, dan harus dihargai sama pentingnya dengan studi dan penelitian masa kini. 20. Karena itu, sebelum melihat apakah “kondisi ekstrim cuaca dan iklim mendorong percepatan pertumbuhan populasi OPT”, yang juga sangat penting dicermati adalah bagaimana “praktik budidaya komoditas yang mengutamakan kesehatan tanaman telah diterapkan”. Ledakan beberapa jenis hama akhir-akhir banyak diantaranya yang terjadi karena ditinggalkannya prinsip-prinsip PHT, suatu dampak psikososial yang muncul dari iklim politis reformatif yang mengartikan makna kebebasan secara sepihak. Akibatnya hal-hal dasar dalam perlindungan tanaman ditinggalkan. Pilihan jenis/varietas tidak diatur dengan baik karena pilihan yang dibatasi dianggap melanggar kebebasan dan hak azasi, sementara pilihan yang disediakan pihak terkait adalah varietas atau jentaya (kultivar) yang rendah ketahanannya terhadap OPT, misalnya hibrid atau juga jenis lokal. Ini menyebabkan waktu tanam serentak sulit dilakukan karena perbedaan umur antara varietas bisa mencapai 20 atau bahkan 30% panjang musim tanam. Media tanam juga tidak diberi kesempatan memulihkan kondisi karena pola tanam bergilir tidak diterapkan. 21. Ketika tanaman sudah dipindahtanam, petani yang cermat pasti akan menerapkan praktik budidaya yang menjamin terjaganya usaha dari peningkatan populasi hama. Pengamatan rutin menjadi kebutuhan, sebab dengan demikian perubahan populasi pasti akan dapat dipantau. Jika terjadi gejala peningkatan insidensi OPT, tindakan yang dilakukan dapat diterapkan semenjak dini, sehingga penjagaan dapat lebih diperketat, tanpa harus mengandalkan diri pada pestisida. Namun saat ini nampaknya prinsip dasar PHT ini mulai ditinggalkan, karena laporan peningkatan seringkali disampaikan sesudah kerusakan cukup tinggi, yang boleh jadi baru dilaporkan karena penggunaan pestisida yang dilakukan tanpa perhitungan Ambang Ekonomi atau Ambang Kendali ternyata gagal. Praktik yang demikian ini semakin banyak terjadi, karena pengetahuan dan pemahaman tentang cara-cara proteksi tanaman berdasar PHT pada sebagian petani yang pernah mengikuti SLPHT tidak terjaga dengan baik. Besar kemungkinan apa yang pernah didapat dari SLPHT sudah dilupakan. Program penyuluhan dan pelatihan yang ada saat ini juga terasa tidak mengandung ruh yang mengarah ke keberlanjutan usaha. Beruntunglah sedikit kelompok tani yang, baik dengan kesadaran sendiri maupun karena didampingi pembina yang bertanggungjawab, dapat tetap menerapkan pengetahuan PHTnya secara konsisten, bahkan melakukan inovasi yang mampu dipergunakan untuk mengantisipasi kondisi ekstrim. 22. Peristiwa penyimpangan, perubahan, ekstrimitas kondisi yang tidak dapat dikendalikan manusia memang benar sedang terjadi, ini tidak dapat dipungkiri. Bukti-bukti tentang naiknya suhu global, meningkatnya insidensi dan aksidensi yang merugikan oleh perubahan kondisi tersebut, telah banyak dijumpai dan dialami. Namun sebelum kita mengambil kesimpulan dengan mengatakan bahwa kondisi alam yang bertanggungjawab dan bukan manusianya, sangat perlu kita berpikir tentang apa sebenarnya yang telah kita lakukan dalam rangka menyelamatkan usaha tani dan pengadaan produksi pertanian kita. Alam tidak akan memberikan argumentasi apabila kita jadikan tertuduh, sehingga manusianya sendirilah yang harus mencari strategi dan solusi terhadap apa yang dilakukan oleh atau apa yang terjadi di alam dan mempengaruhi usaha manusia. Mencermati satu demi satu interaksi antara komponen iklim dan sifat biologi dan perilaku OPT dapat saja kita lakukan, tetapi lebih dahulu perlu kita pastikan, pengaruh apa yang dialami oleh pertanaman. Baru kemudian pengaruh tersebut dirinci, termasuk yang mempengaruhi keberadaan OPT. Catatan teknis mengenai perikehidupan dan perilaku biologis OPT sudah 23. Pelatihan MPTHI diruang Mezzanine (1) Pemanfaatan agens hayati untuk pengendalian hama penggerek buah kakao (PBK), (2) Pemeliharaan dan penggunaan hand sprayer ( crop life), (3) Pengembangan agens hayati spesifik lokasi, (4) Penanganan agens hayati di tingkat lapangan dan laboratorium. 24. Di ruang Mezzanine II menyajikan materi pelatihan Pengendalian Ramah lingkungan pada bawang merah ditlin horti, (2) uji sederhana mutu pestisida (HMPN), (3) pemeliharaan kakao bebas dari hama gudang (karantina sulteng). 

Rapat  Koordinasi  Penyediaan Pakan tingkat Jawa Barat dan Pelantikan Pengurus DPD Aspernas pada tanggal 31 oktober 2012 di  ruang rapat Bos Sondaikus Dinas Pertanias Perternakan Provinsi Jawa barat
       Dalam rangka mewujudkan program swasembada daging sapi dan kerbau tahun 2014  perlu adanya upaya upaya terobosan yang sistematis dan komprehensif yang sifatnya lebih fokus dan terintergrasi . Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah melalui peningkatan ketersediaan  pakan yang mudah didapat, murah dengan mutu terjamin serta kontinuitas terjaga. Penyelenggaraan rapat ini bermaksud terkoordinasinya stake holder terkait di Jawa Barat sehinggara sararan yang di diharapkan dapat terwujud. . Pada kesempatan itu dirangkaikan dengan acara pelantikan pengurus  DPD ASPERNAS ( Asosiasi Pakan Ternak Nasional) Jawa Barat dan telah terbentuk periode 2012 - 23017. Pada Kesempatan itu di selingi Materi (1) Ketersediaan bahan baku pakan lokal yang terjangkau dan berkesinanbungan (2) Teknologi Pertanian berbasis lokal, (3) Standarisasi mutu pakan dan penggunaan teknologi dalam pemanfaatan limbah pertanian, (4)  model pembiayaan Bahan Pakan, (5) Peran bank indosia dalam akses p[ermodalan sebagai upaya meningkatkan peran sub sektor peternakan, (6) akses permodalan sebagai sarana peningkatan usaha pakan. serta diakhiri dengan rumusan  aspernas bisa menjadi salah satu solusi dari masalah pakan ternak. selain itu juga disampaikan potensi limbah  pertanian tanaman pangan, kelesai sebai makanan ternak, yang cukup tersedia daerah potensi, jagung, kacang tanah, kacang hijau dan ubikayu ubi jalar..begitu berlimbahnya limbah ini yang belum termanfaatkan dijadikan makan ternak.

Rapat Koordinasi Perencanaan Tanam MT. 2012/2013 pada tanggal 25 oktober 2012 di PJT II Jatiluhur
       Evaluasi, Rencana Tanam Padi, Ketersediaan dan Penggunaan Air, di Daerah Irigasi Jatiluhur Materi Bahasan (1) Evaluasi Tanam Padi MT. 2011/2012, (2) Kondisi Penyaluran Air di DI. Jatiluhur, (3) Rencana Tanam Padi MT. 2012/2013 (4)Upaya-upaya yang dilakukan upaya upaya yang dilakukan : Inventarisasi areal sawah Sinkronisasi dan Koordinasi Penentuan sistem irigasi berselang (rotasi/giliran) dibagi 3 variasi: Gilir Berselang, Gilir Gelontor, Gilir Giring Koordinasi mulai rencana sampai dengan pelaksanaan (perlu ada tim khusus) Role Sharing tugas dan pembiayaan OP Kementerian Pertanian PJT II (OP sumber daya air seuai PP No. 7/2010) Pemerintah Daerah (Dinas-dinas) Mengusulkan pelaksanaan TMC secara rutin (3 kali dalam setahun – Bulan Feb, April dan Okt) untuk pembasahan lahan sawah Perlu kesepakatan bersama antar stakeholder pemangku kepentingan tentang target rencana tanam yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Barat ditambah dengan areal diluar target seluas ± 50.000 Ha. Mendukung pelaksanaan tanam padi dengan acuan Keputusan Gubernur Jawa Barat lebih besar dari target minimal produksi pangan nasional. hasil pertemuan telah ditetapkan jadwal tanam khususnya daerah pantura. 1.Penyediaan air untuk semua harus dalam satu manajemen dan semua pengguna harus patuh. Apabila tidak tertib dan disiplin terhadap aturan yang ditetapkan, maka akan merugikan semua pihak . 2. Penggunaan pompa air harus seizin atau diketahuai PJT II dan pengelolaannya harus mengikuti aturan yang ditetapkan. 3. Aturan penggunaan pompa air dan penggunaan air lainnya perlu dituangkan dalam Perda (Gub dan Bupati) 4.Pengelolaan air agar diawasi oleh semua pihak dan semua masyarakat, karena kepentingan semua. Dengan tertip, hemat dan disiplin menggukan air serta jaringan irigasi yang optimal di pantura bepotensi menambah areal tanam padi sekitar 50.000 hektar. 5. Jaringan irigasi harus dipelihara oleh petani dan semua pihak, serta lakukan sosialisasi intensip hal tersebut kepada petani dan masyarakat 6. Petani dibimbing, dikawal dan diawasi tertip pola tanam serta jadwal/kalender tanam yang ditetapkan, dan hemat serta disiplin dalam menggunakan air. 7. Penurunan produksi padi Jawa Barat perlu diwaspadai dan perlu segera diatasi. Wilawah pantura merupakan kontribusi utama. 8. Gerakan tanam, percepatan tanam dan panen harus dilakukan. Hal inipun harus koordinasi dengan PJT II dan pihak terkait lainnya 9. Penerapan paket teknologi anjuran harus terus diperhatikan dan diupayakan semua menerapkan sistem jarak tanam jajar tanam legowo. 10. Gejala upaya pengeringan lahan secara tersembunyi oleh pihak tertentu untuk tujuan alih fungsi lahan perlu diwaspadai, dan diawasi/dicegah bersama. Upayakan Perda dan Perdes penggunaan lahan.

Rapat Koordinasi Perlindungan Tanaman Pangan dan DPI tahun 2012
rapat koordinasi perlindungan tanaman pangan dan DPI tahun 2012 di hotel mitra jl supratman 98 bandung tanggal 23 sd 25 oktober 2012 1. Kegiatan penguatan perlindungan tanaman pangan dari gangguan OPT dan DPI dilaksanakan dalam rangka mendukung program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan untuk mencapai swasembada berkelanjutan. Kondisi teknis dilapangan masih ditemukannya permasalahan yang sulit diatasi baik faktor teknis maupun non teknis oleh karena itu melalui pertemuan koordinasi ini diharapkan permasalahan, kendala-kendala perlindungan dapat di sinergiskan dan diatasi sehingga hasil akhirnya sasaran produksi padi, jagung dan kedelai tercapai   Tujuan rapat (1) menyamakan persepsi dalam pelaksanaan kegiatan penguatan perlindungan tanaman dari gagguan OPT dan DPI (2) meningkatkan koordinasi dan keterpaduan dalam penanganan OPT dan DPI di tingkat lapangan, (3) menambah pengetahuan informasi teknologi pengendalian OPT dan DPI .  Keluaran (1) adanya persamaan presepsi dalam pelaksanaan kegiatan penguatan perlindungan tanaman dari ganguan OPT dan DPI tahun 2012, (2) terjalinnya koordinasi dan pembinaan kegiatan perlindungan tanaman dari gangguan OPT dan DPI dalam rangka pengamanan produksi tanaman pangan antara propinsi sampai tingkat lapangan. (3) terkendalinya serangan OPT dan dampak perubahan iklim dalam rangka mendukung pencapaian sasaran produksi tanaman pangan. Kebijakan pemerintah jawa barat dalam mengamankan standing crop untu mencapai sasaran target 12.5 juta ton gkg pada tahun 2012.  Peranan perlindungan tanaman sangat penting dalam rangka mendukung pengamanan produksi. Perlindungan tanaman tetap mengacu ke sistem pengendaliaan hama terpadu (PHT). Dengan kebijakan ”spotstop” artinya melakukan upaya preventif dengan budidaya tanaman sehat dan tanam serentak, melakukan tindakan responsif / pengendalian OPT apabila berdasarkan pengamatan OPT (spot), segera lakukan pengendalian dengan pestisida


Komando Gerakan Pengendalian OPT Padi Sawah  se kabupaten Majalengka
       Upaya mengendalikan OPT pada MH 2012/2013 terhadap penurunan produksivitas, produksi Tanaman padi di kab majalengka  telah dicanangkan

Komando Gerakan Pengendalian OPT oleh bupati Majalengka  Bapak Sutrino SE Msi pada hari kamis tanggal 11 oktober 2012 di lokasi Desa kerta sari kecamatan Ligung kab. majalengka.  Pukulan kentong sebagai mengawali komando gerakan pengendalian khususnya hama tikus mulai dan diharapkan secara serentak disemua kecamatan ikut pula menendalikan OPT utama dilokasinya masing -masing. Saat itu teh diberikan bantuan ratgon untuk mengendalikan tikus diawal tanam karena hasil evaluasi kec. ligung ini populasi tikus sangat tinggi dan menyerang tanaman padi bahkan tanaman sayur seperti erbis. dll. Desa yang menjadi pusat gerakan di 3 desa yakni desa Kertasari, desa beber dan desa cibogor luas masing masing desa 150 ha ( total 450 ha). kelompok tani penerimaan bantuan hand spayer (1) kelopok tani citi bengkok ( ketua walman) (2) kelopok tani Cikepuh kertasari (amin) (3) kelopok tani Cigentong desa Cibogor/  untuk penerima Emposan tikus (1) kelopok tani Haur desa beber (kalman) (2) kelopok tani Gerenjeng desa kerta sari (warid) (3) kelopok tani Mekartani mandiri ( taswin) desa Cibogor. Sambutan kadis Kab. Majalengka  target tahun 2012 P2BN telah mendekati tercapai sehingga akhir 2012 produksi dikab. majalengka bisa terhindar dari gangguan OPT dan DPI. Gerakan komando ini dihadiri oleh BPTPH, Dians Provinsi, dan Instalasi PPOPT, BP3K, BP4K dan stake holder terkait. Guar panggupay oleh kelompok tani desa cibeber(ek)

Pertemuan Teknis POPT se wilayah instalasi PPOPT Cianjur
       Dilaksanakan selasa 9 September 2012 di Instalasi PPOPT Cianjur. dihadiri oleh kepala dinas propinsi diwakili kabid TP, kadis Cianjur, kepala BPTPH dan fungsional POPT serta unsur Kab se wilayah Cianjur.
 dari pertemuan ini di peroleh kesimpulan :  (1) Penambahan wawasan keberadaan OPT dan DPI  sampai akhir sept 2012, (2) informasi aktual yang terjadi pada serangan OPT dan antisisipasinya di MH 2012/2013, (3) rumusan rekomendasi kewaspadaan untuk MH yang akan datang, (4) informasi  kepegawaian, ketata usahaan, teknis untuk meningkatkan kinerja dan (5)Prediksi  musim, CH hujan saat ini dibawah normal sehingga perlu langkah apa yang harus dilakukan.

Hari Pangan Sedunia ke 32 di Palangkaraya

agroindustri berbasis kemitraan petani menuju kemandirian pangan
agricultural cooperatives - key to feeding the world.
     
 PARTISIPASI PADA PAMERAN HARI PANGAN SEDUNIA (HPS) Ke-32 TAHUN 2012 ....Puncak peringatan hari pangan sedunia (HPS) ke-32 tingkat nasional tahun 2012 akan di pusatkan di provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 18-21 Oktober 2012 dan di rencanakan akan di hadiri oleh presiden republik Indonesia salah satu rangkaian acara utamanya adalah Pameran Hari Pangan Sedunisa Ke-32. Penyelenggaraan kegiatan pameran tersebut di maksudkan sebagai salah satu upaya untuk menggerakkan dan mendorong usaha penyelenggaraan pangan yang berkelanjutan dengan memaksimalkan peran masing-masing pemangku kepentingan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. Disamping itu, kegiatan ini juga diharapkan akan menjadi sarana promosi dan interaksi bisnis yang efektif bagi pengembangan produk-produk pangan dan teknologi pangan unggulan Indonesia beserta segenap sector pendukung terkait lainnya. Latar Belakang Pelaksanaan Pameran Upaya pemenuhan kebutuhan Pangan di lingkup global, regional maupun nasional menghadapi tantangan yang semakin berat. Dampak perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk serta terbatasnya lahan dan air, telah menyebabkan menurunnya ketresediaan sumber daya pangan, Untuk mengatasinya, perlu di bangun kesadaran seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasi program-program yang relevan agar pemenuhan kebuituhan pangan dapat secara terus menerus ditingkatkan kuantitas, kualitas dan kontinyuitasnya. Indonesia yang pada hakikatnya memiliki sumber daya alam melimpah juga tak luput dari ancaman krisis pangan. untuk mampu menghadapi tantangan tersebut, di perlukan upaya koordinasi dan komunikasi bersama segenap stakeholder dari multisektor dalam menyelesaikan permasalahan pangan secara inovatif dan berkelanjutan. Dalam kaitan tersebut, serta sebagai bagian integral dari rangkaian peringata hari pangan sedunia (HPS) Ke-32 tahun 2012, badan karantina pertanian kementrian pertanian republic Indonesia dengan didukung berbagai kementrian dan instansi terkait lainnya akan menyelenggarakan kegiatan “PAMERAN HARI PANGAN SEDUNIA KE-32” pada tanggal 18-21 Oktober 2012 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dijadwalkan pada puncak peringatan Hari pangan Sedunia ke-32 pada tanggal 18 oktober 2012 yang juga dipusatkan di kota Palangkaraya, Presiden Republik Indonesia bersama mentri dan pejabat terkait serta para tamu undangan VVIP lainnya dari dalam dan luar negri akan hadir mengunjungi arena kegiatan pameran. Nilai Lebih “PAMERAN HARI PANGAN SEDUNIA KE -32” • Kegiatan puncak peringatan Hari Pangan Sedunia merupakan salah satu event tahunan yang masuk ke dalam ‘kalender’ kegiatan resmi pemerintahan. • Sebagai bagian integral dari kegiatan puncak peringatan Hari Pangan sedunia ke-32 tahun 2012, maka pameran ini nantinya secara resmi akan dibuka dan dikunjung oleh Presiden Republik Indonesia bersama menteri dan pejabat terkait serta undangan VVIP lainnya. • Selain menggelar acara-acara yang ditujukan untuk memobilisir pengunjung, pelaksanaan pameran nantinya juga akan didukung dengan penyelenggaraan acara ‘temu usaha’ yang member peluang sangat besar kepada peserta pameran untuk berinteraksi dengan berbagai pihak pemangku kepentingan di sector ketahanan pangan nasional Tujuan Yang Ingin Dicapai • Sebagai wahan promosi potensi serta produk-produk pangan unggulan (dari bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Peternakan, Perkebunan, Kelautan dan Perikanan, serta Kehutanan) berbagai daerah kepada kalangan dunia usaha dalam dan luar negri • Sebagai wahana pertemuan antar kelompok usaha dalam rangka mengembangkan sector usaha pengolahan dan pemasaran pangan lokal. • Menggerakkan dan memotivasi pembangunan sector pangan untuk mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan dengan memaksimalkan peran masing-masing pemangku kepentingan, seperti: Pemerintah daerah, Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat. • Membangun sinergi antar berbagai lembaga pemangku kepentingan di sector ketahanan pangan guna meningkatkan daya saing komoditas pangan domestic. • Mendorong optimalisasi sumberdaya dan kesadaran pemanfaatan teknologi pendukung usaha pengolahan pangan di tanah air tanpa mengurangi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Produk, Jasa, & Teknologi Yang Dapat Ditampilkan • Produk olahan pangan dan teknologi pendukung terkini yang berbasis pada sumber daya lokal bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perkebunan, kelautan, dan perikanan serta kehutanan. • Brand image berbagai komoditas unggulan bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perkebunan, kelautan dan perikanan, serta kehutanan. • Jasa-Jasa yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan pendukung kegiatan pengolahan serta pemasaran hasil pangan pada bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perkebunan. Kelautan dan perikanan, serta kehutanan. • Program dan peran instansi terkain (baik negri maupun swasta) dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. • Produk kerajinan dan UKM terkait
        Sejarah peringatan hari pangan sedunia bermula dari konferensi FAO ke 20, bulan Nopember 1976 di Roma yang memutuskan untuk dicetuskannya resolusi No. 179 mengenai World Food Day. Resolusi disepakati oleh 147 negara anggota FAO, termasuk Indonesia, menetapkan bahwa mulai tahun 1981 segenap negara anggota FAO setiap tanggal 16 Oktober memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS). Tujuan dari peringatan HPS tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional maupun nasional. Penyelenggaraan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) merupakan konsekuensi keikutsertaan Indonesia sebagai anggota FAO. Acara diselenggarakan lintas departemen dan sebagai vocal point FAO di Indonesia, Menteri Pertanian menetapkan Departemen Pertanian sebagai departemen utama (leading institution) penyelenggara HPS. Mengacu pada Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan dan PP No. 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan yang menegaskan bahwa perwujudan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat, maka tema nasional HPS ke 23 tahun 2003 di Indonesia adalah Menggalang Peran Serta Masyarakat untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Tema tersebut mengacu keadaan dimasa sekarang ini dimana meskipun produksi makanan melimpah, tetapi kondisi di daerah-daerah tertentu didapati masyarakat yang menderita kelaparan. Banyak anak-anak yang meninggal sebelum mencapai usia dewasa, dan masih banyak juga orang dewasa yang tidak bisa memaksimalkan potensinya. FAO mencatat hingga saat ini masih didapati lebih dari 840 juta manusia yang masih menderita kelaparan termasuk di negara-negara berkembang. Dengan tema di atas Departemen Pertanian menyerukan dan mengajak pada seluruh masyarakat untuk bekerjasama mengentaskan kemiskinan dan untuk menjamin hak asasi dasar manusia yaitu bebas dari kelaparan. Pada masa pemerintahan orde baru pernah dicapai prestasi swasembada pangan, hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya negara kita mampu mewujudkan ketahanan pangan tanpa terpengaruh bahan pangan impor. Rangkaian peringatan HPS ke-23 tahun 2003 dilaksanakan di pusat dan di daerah. Peringatan HPS di Jakarta diisi dengan seminar, pameran, bazar, pengabdian masyarakat dan perlombaan. Seminar diselenggarakan tanggal 7 Oktober 2003 di Gedung BPPT II Jl. MH Thamrin Jakarta. Pameran dan bazar digelar di Semanggi Expo pada tanggal 16 s/d 19 Oktober 2003 yang diikuti oleh departemen/instansi pemerintah, badan usaha pemerintah/swasta, lembaga internasional, perguruan tinggi, pemerintah daerah dan lain sebagainya. Pengabdian masyarakat, telah diserahkan bantuan berupa bibit ikan pemakan rumput (ikan kambing), bibit jati emas, pemberian makanan tambahan anak sekolah dan lain-lain yang dilakukan di Lapangan Turonggo Seto Ambarawa, Jawa Tengah. Perlombaan diselenggarakan bersamaan dengan acara pameran dan bazar dengan materi antara lain lomba menulis dan baca puisi, lomba memasak menu beragam, bergizi, dan berimbang, lomba memasak pelajar kejuruan, lomba memasak berbahan ikan dan lain sebagainya. Peringatan HPS di daerah diisi dengan sarasehan petani dan LSM pendamping petani, sidang dewan ketahanan pangan regional, lokakarya, dan pameran ketahanan pangan. Puncak acara digelar di Lapangan Turonggo Seto, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sarasehan diselenggarakan dalam rangka menampung dan mengaktualisasikan masukan dari masyarakat pertanian, guna membangun partisipasi aktif segenap komponen masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Sidang dewan ketahanan pangan Regional diikuti oleh Bupati dan Walikota selaku ketua dewan ketahanan pangan kabupaten se Jawa. Sidang ini merupakan tindak lanjut konferensi Dewan Ketahanan Pangan tahun 2002 lalu yang dilaksanakan di Jakarta. Lokakarya diselenggarakan di Semarang diikuti oleh dunia usaha menengah dan kecil serta anggota masyarakat lainnya (perguruan tinggi). Pameran digelar bersamaan acara puncak diikuti hampir 100 stand dan diisi oleh instansi pemerintah pusat, pemerintah propinsi, dan kabupaten, badan usaha milik pemerintah dan swasta, perguruan tinggi, LSM dan lembaga-lembaga internasional. Badan Litbang Pertanian pada peringatan HPS tahun 2003 melepas beberapa varietas padi yang termasuk dalam Varietas Unggul Tipe Baru (VUTB) dan penyerahan benih kepada 8 propinsi sebagai sentra pengembangan VUTB. Tahun depan direncanakan akan dicanangkan sebagai Tahun Padi Nasional 2004. Pada acara puncak pameran HPS ke-23 di Ambarawa, Badan Litbang Pertanian menampilkan materi teknologi terkait dengan pengolahan pangan dari unit kerja. Beberapa unit kerja tersebut antara lain, Balai Pasca Panen Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitpa), Puslitbangtan, Puslitbangnak, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka), Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBPMP) dan Sekretariat Badan Litbang Pertanian. Untuk menarik minat pengunjung Badan Litbang Pertanian mengadakan demontrasi pembuatan snack berbahan tepung sukun dan pengolahan daging kelinci. Acara dibuat praktis semacam kursus singkat agar pengunjung dapat segera mencoba mencicipi produk hasil penelitian. Pengunjung cukup banyak mengikuti acara dan melihat panel-panel yang disajikan. Dengan semakin banyaknya pengunjung, pada akhir acara Badan Litbang Pertanian dinyatakan meraih nomor II sebagai stand terbaik pada pameran ini.  ( sumber  : http://haripangansedunia.com/)

Tip untuk mengendalikan OPT di lahan padi Sawah
  1. Lakukan usaha pengendalian OPT sejak dini artinya lakukan langkah langkah Usaha agar nanti kehadiran OPT tidak akan berkembang, apalagi sampai meningkat. bulatkan niat dan direncanakan sejak awal, apabila lengkah maka faktor OPT akan berkembang dan segera menyesuaikan dengan lingkungan , manakal unsur lain mendukung yakni inang tersedia ( makanan tersedia) , iklim menunjang baik temperatur, kelembaban, angin, hujan, dan keberadaan musuh alami yang sedikit  serangga OPT akan segera meningkat populasinya.
  2. Pilih sejak awal varitas padi yang sesuai dengan lokasi anda, disini tentunya perlu uji lokasi beberapa varitas yang sesuai dengan lokasi, pilih varitas unggul berlabel ( kalau bisa) berproduksi tinggi, punya karakter atau gen yang tahan seranga OPT tertentu didaerah  disitu dan rasa nasi tentunya harus sesuai selera, atau punya harga jual yang tinggi.
  3. Pengolahan tanah secara sempurna, hal ini perlu diwaspadai bahwa serangga OPT maupun OPt dari jamur, bakteri dan virus tidak akan musnah mati apabila media pertumbuhan tersedia
  4. Tanam serempak dengan menyamakan waktu tanam perblok yang sama atau paling tidak ada perbedaan waktu seminggu. faktor waktu tanam ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan OPT. Beberapa OPT punya waktu perkembangan dalam hidupnya atau dalam masa lalu ada musimnya
  5. Penggunaan pestisida. Alternatif ini bukan berarti mengharamkan pestisida tetapi point terakhir ini dilaksanakan apabila unsur unsur lain sudah tidak mempan, tidak ampuh atau perkembahan OPT begitu cepat dan pesat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya ( ada varitas pemicu dari tetangga). Tentunya penggunaan pestisida ini secara bijaksana dengan menerapkan 5 tepat ( sasaran, jenis dll). ingat pesitida bukan obat tapi racun, sehingga perlu pertimbangan yang masak dan atas anjuran rekomendasi dari Balai Proteksi Tanamana Pangan atau petugas lapangan.Ingat dampak racun ini pada lingkungan akan berpengaruh kurang baik.....
Gerakan pengendalian di Cilawu kab. Garut
  Usaha terus menekan serangan WBC di beberapa daerah memasuki musim tanam 2012/2013 terus dilaksanakan agar populasi awal musim penghujan itu pertanaman aman dari gangguan WBC. selangkah dengan hal tersebut di laksanakan gerakan pengendalian dengan melakukan penyemprotan secara masal pada pertanaman seluas 30 hektar, tepatnya pada tanggal 28 september 2012 di lokasi desa mekarmukti kampung kalangson kec. Cilawu barat kab. Garut. pada kelompok tani Sinartani dengan ketua kelompok H. Apang, Insek yang digunakan Sanming dan Sentading. Keberadaan populasi nimpa 3 dan 4 ini menghinggapi varitas sarinah dan ciherang. kegiatan ini dilanjutkan pada tangggal 29, 30 dan 1 sampai 4 oktober 2012,  Pemicu serangan adalah varitas yang sudah mulai rentah terhadap populasi WBC dan aplikasi 5 tepat belum sempurna dilakukan petani.
 

Panen SLPTT 
Panen perdana SLPTT  dilokasi LL seluas 1 ha di kampung ciseke, kelompok tani bibilintik desa cikaret ke. Kebon Pedes kab. Sukabumi  menghasilkan produksi cukup mengembirakan yakni ubinan 13,10 ton
 perhektar, dengan anakan 96 perumpun, jumlah malai 35, dengan varietas impari 13. panen ini di arit perdana oleh kepala bidang produksi tanaman pangan  Ir. uneef primadi dengan di dampingi kabid tanpangan kab. Sukabumi. Di harapkan kedepan ll ini dapat dijadikan model LL lain di daerah dan petani sekitarnya
RAPAT KOORDINASI  PENANGGULANGAN KEKERINGAN DAN ANTISIPASI MUSIM HUJAN MT 2012/2013
Pada rapat koordinasi kali ini dibahasa permasalahan sehingga terjadi kekeringan pada lahan pertanian, lahan penduduk dan analisis kemarau 2012 dan prospek hujan di jawa barat. penyelengara rapat koordinasi ini oleh bakorwil wilayah priangan timur di tasikmalaya tanggal 24 september 2012.  penyaji mater dari BMG, SDA,
kesimpulan pertemuan diantaranya Melaksanakan Pengaturan/ Penjadualan Pola Tanam, melaksanakan Efisiensi Air/ Penghematan Pemakai Air, Optimalisasi Operasi dan Pola Pemberian Air ( Pelaksanaan Pola Gilir atau Giring), Optimalisasi Pemanfaatan Air Drainase dan Sumber Air Lainnya, Sosialisasi Pada Masyarakat Petani Mengenai RTTG




Gerakan pengendalian WBC di desa semplak kec. Sukalarang kab. Sukabumi
Operasional pelaksanaan gerakan pengendalian WBC saat ini dilaksanakan di blok sawah lega kampung kabandungan, cempringan desa semplak kec. Sukalarang kab. Sukabumi.
Serangan WBC dengan populasi nimpa 3 dan 4 sekitar 40 – 50 ekor/rumpun varietas ciherang serta umur tanaman 16 sampai 90 harisetelah tanam. Kondisi sekarang masih ada 16.000 ha tanaman padi sawah standing crops di kab. Sukabumi,

dengan adanya serangan ini dapat menganggu target produksi p2bn tahun ini di kabupaten sukabumi. Pemicu serangan WBC ini diantaranya (1) varitas local (2) beragam umur tanaman (3) populasi awal serta aplikasi insektisida belum mengikuti kaidah 5 tepat. Sehingga kali ini perlu gerakan bersama untuk menuntaskan populasi WBC., dengan bantuan insektisida mipcindo 50 WP dari pemerintah propinsi Jawa Barat diharapkan populasi tidak menyebar ke lahan yang lain

EMPOTIKO 
emposan  tikus buatan pengrajin alat pertanian Jl. Pangipasan Pamekaran  Soreang Bandung   memiliki Spek sebagai berikut : Blower diameter 18 cm, lebar 7 cm,  Puli besar diameter 9 cm, Puli kecil diameter 2 cm,
 Karet puli elastis, Pegangan blower panjang 11,5 cm , lebar 2,5 cm tinggi 3,5 cm, Slobong diameter 6 cm, panjang 36 cm, Tutup slobong krucut diameter 6 cm,  lubang depan diameter 1,3 cm, Lubang jendela pengapian 5 x 4,5 cm, dengan tutup 7 x 4,5 cm dicap timbul  dan EMPOTIKO, Bahan plat seng 0,4 mm,   Cat Hamertone warna paduan silver dan hijau


 Gerak Jalan Santai rangka HUT propinsi jawa Barat ke 67
Sebagai akhir rangkaian hari ulang tahun propinsi Jawa Barat ke 67 ditutup dengan kegiatan gerak jalan santai  TANGGAL 23 September 2012 hari minggu yang dipusatkan dihalaman gedung sate. Diikuti sehitar 10.000 orang dari berbagai OPD dan umum.dengan berolah raga sehat, santai menciptakan kondisi kesehatan tubuh. Menempuh jalan 10 kilometer dimulai dari jalan cimandiri ke jalan merdeka jalan lombok dan berakhir dijalan citarum dengan akhir dijalan halam gedung sate.
Sebagai ungkapan apresiasi memberikan hadian umroh bagi 4 pemenang dengan cara diundi, selain iTu doorprice cukup banyak Motor, speda 20 buah, TV. kulkas dan lain lain.

Peninjauan ke lokasi kekeringan mk 2012 bersama anggota DPRD jawa Barat komisi B 
          Kunjungan komisi B bersama dinas pertanian tanaman pangan propinsi dan kab. Ciamis pada tanggal 19 Septeber 2012 ini bertujuan untuk melihat kondisi kekeringan yang ada selama mk 2012 sampel di kelurahan Cigembor kec. Ciamis kab. Ciamis lokasi ini merupakan sawah irigasi teknis yang terkena bencana kekeringan.
 Secara kumulatif data kekeringan di kab. Ciamis cukup tinggi yakni ketiga setelah kab. Indramayu dan Sukabumi. Kondisi kekeringan disebabkan mengecilnya debit air dari sungai Cipali diikuti penyumbatan, pendangkalan sehingga air tidak sampai ke lokasi. Hasil kunjungan kedepan akan dianggarkan perbaikan infrastruktur irigasi, perhatian pada petugas P3A dan sumber air serta permasalahan yang menyebabkan kekeringan dilahan irigasi padi sawah dalam upaya mendukung ketahanan pangan

Temu Penyuluh pertanian,perikanan, kehutanan se Jawa Barat di Lapangan Gasibu Bandung
       Pertemuan para penyuluh dihadiri sekitar 6.000 orang petugas penyuluh dari 17 kab dan 9 kota di Jawa Barat pada tanggal 18 september 2012.,
 Dihadiri gubernur jawa barat, pejabat lingkup pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan dari provinsi Jawa barat dan Pusat. Total penyuluh di Jawa barat 10.200 orang yang ada terdiri dari penyuluh lapangan PNS, THL pusat dan THL propinsi Jawa Barat. Sabutan Kadis Taanaman Pangan tugas Penyuluh yakni (1) Mengembangkan karya satya, (2) Mengembangkan profesionalisme, (3) Meningkatkan kinerja penyuluh.
 Tema temu penyuluh sebagai selamatkan lingkungan untuk mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan Penyuluh adalan "Pahlawan Pangan Jawa Barat"  dengan mendukung ketahanan pangan untuk mengatasi krisis air dan pangan. Untuk itu upaya mengoptimalkan penyuluh maka bakorluh akan dibentuk dalam waktu dekat.Teknologi intensifikasi padi dengan legowo merupakan terobosan yang cukup bisa diandalkan 'legowo teras" dan di Jawa barat " BUMI LEGOWO" yang merupakan propinsi terbesar menanam secara legowo.


Kunjugan ke Agro Tecno Park Cikadu Kab. Cianjur
        Pada Tanggal 13 – 14 September 2012 dilakukan kunjungan ke Agro Tecno Park  (ATP) terletak di jawa barat selatan, bila ditempuh melalui jalan dari ciwidey dengan menerobos jalan baru (belum diaspal kurang lebih 15 km atau sedang dari bandung 5 jam) Lokasi merupakan pusat penampilan/percontohan pertanian, disini lokasi ini untuk memberi show hasil teknologi pertanian yang baik dan diharapkan dicontoh, diikuti bagi  mayarakat sekitarnya yang dominasi transmigrasi lokal.  Sehubungan dengan kondisi keadaan (penganggaran dan social ) sehingga ATP ini tidak mampu berjalan seperti yang diharapkan, recananya ATP  saat ini telah dikelola oleh Pemda prop Jawa Barat sehingga mulai dianggarkan dana untuk berbagai kegiatan pertanian (ternak, ikan, kehutanan dan tanaman pangan).
Sumber daya penyuluh disekitar ada 11 orang (THL dan PNS).  Lokasi koleberes ini tadinya merupakan lokasi perkebunan the dan kina dengan ketinggian 700 dpl. vegetasi yang dapat tumbuh diantaranya cengkeh , kopi, kina pisang dan alpuket, padi gogo. Terdapat 10 desa dihuni 300 org perdesa .dilokasi ATP terdapat 5 titik sumber air dan luas lahan 50 ha. Kedepan dengan dukungan berbagai OPD dan anggaran ATP ini mampu memberikan kontribusi dalam pembagunan pertanian dan memberikan manfaat pada masyarakat.


PGPR
PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobakteri adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.
Akar adalah sumber kehidupan, disana terjadi pertukaran udara, unsur hara, dekomposisi dll Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Fungsi lainnya yaitu sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat proses pengomposan. Pengurangan pestisida dan rotasi penanaman dapat memacu pertumbuhan populasi dari bakteri – bakteri yang menguntungkan seperti PGPR.
       
Bakteri
Bakteri Sahabat Petani Bakteri merupakan makhluk kecil yang sebutan jasad renik, yang hidup dalam tanah dan air. Kehidupan bakteri yang dapat mengambil Nitrogen sangatdibutuhkan tanaman. Pupuk urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman.   Bakteri ini dapat memecah bahan organik di sekitar lahan menjadi senyawa sederhana yang menjadi sumber bahan makanan tumbuhan, menjadi tersedia bagi tanaman. Bakteri juga menguraikan beberapa unsur yang terikat sehingga mempermudah tanaman menyerap makanan. Bakteri-bakteri ini dapat memicu pertumbuhan batang akar serta zat antibodi tanaman yang menggunakannya
Bakteri yang sering digunakan pada pupuk hayati berbahan aktif bakteri penambat N-bebas tanpa bersimbiosis dan mikroba pelarut P.Bahan aktifnya terdiri dari mikroba Aspergillus niger, Penicillium sp., Pantoea sp., Zospirilum sp., dan Streptomyces sp. Penggunaan Petrobio tidak untuk menggantikan pupuk kimia, melainkan mengefektifkan pupuk kimia, terutama pupuk N dan P.
Bakteri penambat N dari udara berkemampuan mengikat N bebas di dalam udara tanah melalui produksi enzim reduktase urea. Bakteri tersebut bersimbiosis dengan akar tanaman dan hidup dalam bintil akar. Simbiosis ini membuat tanaman hanya perlu pasokan sedikit pupuk N. Selain itu, mikroba pelarut P yang digunakan bisa menghasilkan enzim fosfatase, asam-asam organik, dan polisakarida ekstra sel yang membebaskan unsur P dari senyawa pengikatnya sehingga P tersedia bagi tanaman.
Pupuk hayati yang berbentuk granul ini lebih mudah diaplikasikan, ramah lingkungan, serta cocok untuk semua jenis tanah dan tanaman. untuk itu penggunaan bakteri tertentu yang mampu mengatasi permasalahan pertanian akan sangat membantu petani di lahan udsaha taninya.. ( sumber tulisan dari berbagai sumber).


 Apel  besar pns prov jawa barat dalam rangka peringan hari ulang tahun prop/jawa barat ke 67 


       Apel besar dalam rangka ulang tahun prop Jawa Barat ke 67 dengan tema Mari melanjutkan membangun jawa barat bersama gubernur jawa barat dan wakil gubernur jawa barat diikuti ole seluruh pns prop jawa barat.  Dirgahayu republik indonesia ke 67, 
 dengan semangat proklamasi 17 agustus 1945 kita bekerja keras untuk kemajuan bersama . 
Kita tingkatkan pemerataan hasil hasil pembagunan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Gending tarumanagara, rampak dalang wayang ringkang digelar pada moment ini 

Penguatan Brigade Proteksi Tanaman wil V Ciamis        
        Upaya mengatasi kondisi eksplosif serangan OPT didaerah telah disiapkan satuan Brigade Proteksi Tanaman( BPT)   tentunya BPT ini mempunyai tupoksi antara lain  (1) Melaksanakan operasional pengendalian OPT tanaman pangan apabila terjadi eksplosi, (2) Menginventarisir, menyimpan, dan memelihara sarana pengendalian OPT tanaman pangan, baik bahan/pestisida maupun peralatan. (3) Menyusun rencana dan melakukan gerakan pengendalian OPT tanaman pangan bersama-sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di wilayah kerjanya dan (4) Pembinaan Regu Pengendali Hama Terpadu Tingkat Desa (RPHTD) di tingkat kelompok tani 
 serta (5) melaporkan kegiatan secara rutin kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provins.Untuk mengoptimalkan kinerja BPT ini perlu dukungan instasi terkait dan penguatan kelembagaan ini melalui pembinaan administrasi dan teknis. Kedepan harapannya lembaga ini bisa maksimal mengatasi serangan OPT di daerah.
Tanggal 21 september 2012 hari jumat telah dilaksanakan pembinaan pada kelembagaan BPT  di  wil bandung BPT ini mencakup wilayah kab. Cimahi, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab.Sumedang, Kota Bandung. pembinaan diarahkan pada administasi pembukuan keluar masuk bahan dan alat pengendalian OPT serta materi teknis berupa cara membimbing atau memotivasi kelompok tani agar siap, mau dan bergerak bersama dengan kelompok lain untuk pengendalian OPT dilapangan,   Dilanjutkan pembinaan dan pengecekan di BPT wil cianjur yang mencangkup ka. Cianjur, Kab. Sukabumi dan Kab Bogor. Kondisi lain memantau pula gerakan pengendalian yang dilaksanakan oleh petani dilapangan. menjelaskan cara/metoda pemakaian pestisida secara bijaksana artinya pengunaan secara PHt dengan 5 tepat.
Tragedi BPT diCianjur
Musibah menimpa BPT wilayah cianjur disebabkan oleh arus pendek listrik sehingga menyebabkan sebagian bagunan beserta isinya ludes dimakan sijago merah, kejadiannya jan 10.30 WIB  hari rabu tanggal 3 oktober 2012 -- rabu kliwondimana sedang melaksanakan kegiatan diruang kantor, tanpa disadari udara baru sengatan asap sudah mengepul digudang sebelah, segera menelpon pemadam kebakaran.... datang 4 unit dalam waktu setengah jam sijago merah dapat dilumpuhkan. kerusakan sekitar 50 persen bangunan. petugas kepolisian setempat, petugas POPT, penyuluh dan petugas brigade dan masyarakat berdatangan untuk membantu.... dan untuk segera menyelesaikan admistrasi di kantor polisi setempat.... semoga dapat pulih kembali untuk melayani masyarakat guna mengamankan OPT untuk program P2BN....amin 


Kewaspadaan OPT pada MK 2012/2013 di Jawa Barat
Kondisi pertanaman yang cukup bervariasi umur dan varietasnya.  Serangan OPT utama padi yang dominan berdasarkan laporan dari POPT sampai dengan bulan Agustus adalah Penggerek Batang Padi (PBP) seluas: , Tikus  dan  BLB Blas 469 ha serta  Wereng Batang Coklat (WBC). Dari hasil analisa data luas pertanaman, umur, komposisi Varietas dan luas keadaan serangan OPT sampai dengan akhir bulan Agustus 2012, maka OPT yang harus di waspadai adalah PBP, Tikus, dan WBC
Hama PBP selain luas keadaan serangannya paling tinggi di Jawa Barat, juga masih terjadinya penerbangan ngengat sekitar akhir Agustus hingga awal September 2012 selain itu masih cukup luasnya pertanaman muda sehingga masih berpotensi terjadinya peningkatan Intensitas serangan maupun luas serangannya. Serangan tikus diperkirakan akan terjadi peningkatan yang di sebabkan oleh adanya penyempitan luas areal pertanaman akibat panen dan dampak kekeringan sehingga memicu terjadinya migrasi besar besaran dari areal panen dan kekeringan ke areal pertanaman yang masih muda. Serangan WBC di perkirakan akan terjadi penngkatan meskipun luas keadaan serangan sampai dengan akhir bulan Agustus 2012 tidak menunjukan peningkatan cukup bearti, akan tetapi dengan iklim yang mendukung dengan mulai adanya hujan pada lokasi lokasi yang terdapat populasi WBC di khawatirkan akan terjadinya peningkatan intensitas serangan maupun luas serangannya apabila tidak di lakukan antisipasi secara tepat dan tepat.
Langkah – langkah pengendalian yang harus di lakukan antara lain :
PBP
-    Sanitasi singgang yang terinfestasi PBP sebelum pembuatan persemaian
-    Pengumpulan dan pemusnahan kelompok telur di persamaian maupun di pertanaman
-    Pengendalian hayati dengan menggunakan musuh alami parasit telur Trichogramma sp
-    Pengamatan intensif pada pertanaman terancam khususnya tanaman muda
-    Melakukan gerakan pengendalian dengan menggunakan insektisida kimia sesuai anjuran pada daerah yang di anggap sebagai sumber serangan
Tikus
Pengolahan tanah dan persamaian, Pemagaran pelastik dan pemasangan bubu, Gropyokan dan pengomposan, Pengumpanan beracun
Tanaman Muda
-    Sanitasi lingkungan, Pengomposan, Pengumpanan beracun
Tanaman Tua dan Menjelang Panen
-    Pengomposan, Pemasangan perangkap, -    Pengeringan berkala
WBC
-    Pengamatan intensif pada persamaian dan tanaman muda di sekitar atau yang berbatasan dengan sumber serangan
-    Melakukan gerakan pengendalian dengan insektisida kimia sesuai anjuran pada lokasi- lokasi sumber serangan/ populasi di atas ambang pengendalian
-    Direkomendasikan untuk menggunakan varietas tahan WBC seperti varietas inpari 13.

Jadwal gerakan pengendalian di Provinsi Jawa barat

  1. Selasa 30 oktober 2012 jam 8.00 sampai selesai gerakan pengendalian dengan corine bakterium spot stop di kelompok tani pemuda tani desa cikaret kebon pedes sukabumi  akan dihadiri oleh bapak Gubernur dan tamu undangan yang terkait.
  2. Herakan pengendalian di kab Garut kec cilawu tanggal 23 oktober 2012 luasan 20 ha, melibatkan kab. garut dan BPTPH 
  3. lokasi desa muarabaru, kec. cilamaya wetan, varitas ciherang ciherang, manohara, galur harapan , intesitasn 15 - 17 persen, 45 - 65 %. kelompok telur permeter 2 3 meter.. kelompok tani jaya mukti gapoktani tani mukti jaya. anggota 50 porang yang melalukan kegiatan. dikendalikan sanming, panxer,  rencana aplikasi 3 kali an. daerah terancam adalah 10 ha.  yang dikendalikan 7 ha. p batang kuning..tanggal 02 Nop 2012, 
  4. Gerakan pengendalian dengan corine bakterium  di kelompok tani gemah ripah I desa japara kec. japara kab. Kuningan. luas dikendalikan 15 hektar  umur tanaman 60 hari dan varietas ciherang.
  5.  Corine bacterium dilakukan aplikasi saat gerakan tanggal 01 Nopember 2012di kab. ciamis kecamatan Panumbangan desa Golat luasan 75 ha, kelompok mekar umur tanaman 40 hst varitas ciherang. kondisi lapang memperlihatkan bahwa daerah ini cukup tinggi terserang penyakit hawat daun, dengan penyemprotan corine ini diharapkan terjadi penurunan serangan BLB sehingga produiksi dapat terselamatkan.
  6. Tanggal
  7. Tanggal
  8. Tanggal
  9. Tanggal